5 Manfaat Mengonsumsi Cokelat Yang Lebih Pahit

Senin, 17 Februari 2014


40816-5-manfaat-mengonsumsi-cokelat-yang-lebih-pahit-090752 (1)
Cokelat mungkin menjadi salah satu makanan dan minuman yang paling banyak disukai oleh wanita. Rasanya sama pahit dengan kopi, namun cokelat punya aroma yang lebih lembut, harum dan menenangkan.
Sayangnya, banyak wanita yang lebih suka cokelat dengan campuran susu dan banyak gula. Padahal, sebenarnya cokelat punya khasiat yang jauh lebih bermanfaat tanpa menggunakan banyak pemanis. Meski lebih pahit, berikut ini beberapa manfaat yang bisa Anda dapatkan dari mengonsumsi cokelat tanpa banyak pemanis. Berikut info yang dikutip dari berjambang.blogspot.com
Membuat Lebih Rileks
Cokelat terkenal kaya akan zat anti stres. Anda bisa menambahkan sedikit pemanis, sekedar untuk mengurangi pahitnya. Efek rasa pahitnya bisa membuat cokelat tak mudah eneg dan bisa dinikmati lebih lama. Jadi Anda juga bisa merilekskan pikiran lebih lama.
Kaya Akan Antioksidan
Cokelat pahit dan minim pemanis, bisa membantu memerangi radikal bebas yang melekat di tubuh Anda. Selain itu bisa membuat Anda jauh lebih sehat dan merasa ceria setelah meminumnya.
Lebih Mudah Tidur
Ada perbedaan ketika Anda minum kopi dan cokelat sebelum tidur. Kopi bisa membuat Anda lebih ‘bangun’ lagi. Sementara cokelat bisa membuat Anda lebih tenang dan mudah tidur. Tak ada salahnya mengonsumsi cokelat beberapa jam sebelum jam tidur Anda.
Baik Bagi Kulit
Karena kurang pemanis, efek cokelat jadi lebih baik di kulit Anda. Bisa membuat kulit Anda lebih terlihat dan terasa rileks. Bila terlalu banyak pemanis, maka akan mudah menambah dan mempertegas garis halus pada kulit
Menyehatkan Jantung
Cokelat juga baik bagi jantung, namun dalam porsi yang cukup. 3 kali minum cokelat dalam seminggu bisa membantu Anda lebih tenang dan tidak mudah deg-degan. Bagaimanapun, cokelat dan kopi masih tergolong minuman dengan kandungan kafein.

10 Manfaat Kesehatan Makan Durian


10-manfaat-kesehatan-makan-durian
Durian adalah buah tropis yang sangat beken di dunia. Harganya cukup mahal jika sedang tidak musim, tetapi di beberapa daerah di Indonesia, Anda bisa berwisata makan buah durian sepuasnya dengan harga yang sangat terjangkau. Di Ambon atau di Medan misalnya, di sana buah durian melimpah dan harganya cukup murah.
Soal rasa, durian Indonesia tidak kalah dengan durian Bangkok. Misalnya durian Medan yang punya kulit tebal dan rasa yang legit.
Bila Anda adalah pecinta durian, Anda juga wajib tahu nih manfaat kesehatan makan buah yang satu ini. Agar tak hanya menikmati manisnya saja, tetapi Anda juga tahu khasiat sehatnya. Berikut dikutip dari vemale
Mencegah sembelit
Karena durian mengandung 37% serat, maka buah yang satu ini bisa membantu memperlancar pencernaan. Nutrisi di dalam buah durian ini mampu menyerap air dan membuat buang air besar lebih mudah dan lancar. Selain itu, serat di dalam buah durian dapat meningkatkan ukuran dan massa tinja untuk mencegah sembelit.
Mencegah Anemia
Kekurangan zat besi di dalam darah dapat menyebabkan tubuh mengalami anemia. Nah, folat yang ada di dalam durian ini dapat membantu meningkatkan produksi sel darah merah sehingga dapat secara otomatis mencegah anemia.
Meningkatkan kesehatan kulit
Durian juga mengandung vitamin C yang merupakan faktor penting untuk meningkatkan produksi kolagen. Kolagen sendiri adalah zat yang tugasnya membantu regenerasi kulit serta membuat kulit lebih kenyal dan segar.
Menjaga kesehatan tulang
Kandungan potassium di dalam durian membantu menyehatkan tulang. Bukan hanya kalsium saja yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan tulang, potassium ternyata memegang peranan yang tak kalah penting.
Menjaga gula darah
Rasanya manis, tetapi durian mengandung mangan yang membantu menjaga gula darah agar tetap stabil.
Menjaga fungsi kelenjar thyroid
Selain yodium, tembaga juga membantu menjaga kesehatan kelenjar thyroid. Dan kandungan tembaga pada durian ini menjadi sumber yang mencukupi kebutuhan tubuh atas tembaga.
Mengenyangkan
Mengonsumsi durian ini juga mengenyangkan lho. Karena mengandung vitamin B, durian membuat tubuh jadi kenyang lebih lama sehingga Anda bisa mengendalikan nafsu dan porsi makan.
Membantu mengenyahkan migrain
Dan untuk yang satu ini Anda pasti turut merasa senang. Durian dapat membantu mengenyahkan rasa sakit akibat migrain. Penyebabnya karena durian mengandung vitamin B yang dibutuhkan untuk meringankan rasa sakit yang diakibatkan oleh migrain.
Mencegah depresi dan stres
Sedang stres dan jenuh? Daripada pusing memikirkan harus pergi ke mana, cari saja lokasi pasar buah terdekat yang menyediakan buah durian. Wisata buah yang satu ini akan membantu Anda melepaskan stres di dalam tubuh, sehingga mengembalikan mood baik Anda.
Membantu terbentuknya formasi tulang dan gigi
Kandungan fosfor di dalam buah durian adalah nutrisi penting yang berperan dalam pembentukan tulang dan gigi. Selain kalsium, kepadatan tulang juga disupport oleh fosfor. Durian menyediakan cukup banyak fosfor untuk membantu memenuhi kebutuhan harian akan fosfor.
Semakin cinta deh rasanya dengan adanya 10 manfaat durian yang sangat sehat ini. Bagaimana, sudah siap untuk wisata durian di akhir pekan bersama sahabat atau orang terdekat?

10 Teknologi Kuno Bangsa Indonesia yang Canggih



Mau tahu teknologi bangsa indonesia pada jaman dahulikala yang masih tetap ada hinga kini, simak 10 Teknologi Kuno Bangsa Indonesia yang Canggih berikut ini, dikutip dari palingseru.com

1. Borobudur

Bukti kecanggihan teknologi dan arsitektur adalah Borobudur,  candi yang diperkirakan mulai dibangun sekitar 824 M oleh Raja Mataram bernama Samaratungga dari wangsa Syailendra. Borobudur merupakan bangunan candi yang sangat megah. Tidak dapat dibayangkan bagaimana nenek moyang kita membangun Borobudur yang demikian berat dapat berdiri kokoh dengan tanpa perlu memakukan ratusan paku bumi untuk mengokohkan pondasinya, tak terbayangkan pula bagaimana batu-batu yang membentuk Borobudur itu dibentuk dan diangkut ke area pembangunan di atas bukit.
Bahkan dengan kecanggihan yang ada pada masa kini, sulit membangun sebuah candi yang mampu menyamai candi Borobudur. Borobudur juga mengadopsi Konsep Fraktal. Fraktal adalah bentuk geometris yang memiliki elemen-elemen yang mirip dengan bentuknya secara keseluruhan. Candi borobudur sendiri adalah stupa raksasa yang di dalamnya terdiri dari stupa-stupa lain yang lebih kecil. Arsitektur yang keren bukan?

2. Kapal Jung Jawa

Teknologi kapal raksasa Jauh sebelum Cheng Ho dan Columbus, para penjelajah laut Nusantara sudah melintasi sepertiga bola dunia. Meskipun sejak 500 tahun sebelum Masehi orang-orang China sudah mengembangkan beragam jenis kapal dalam berbagai ukuran, hingga abad VII kecil sekali peran kapal China dalam pelayaran laut lepas.
Dalam catatan perjalanan keagamaan I-Tsing (671-695 M) dari Kanton ke Perguruan Nalanda di India Selatan disebutkan bahwa ia menggunakan kapal Sriwijaya, negeri yang ketika itu menguasai lalu lintas pelayaran di ”Laut Selatan”. Pelaut Portugis yang menjelajahi samudera pada pertengahan abad ke-16 Diego de Couto dalam buku Da Asia, terbit tahun 1645 menyebutkan, orang Jawa lebih dulu berlayar sampai ke Tanjung Harapan, Afrika, dan Madagaskar.
Ia mendapati penduduk Tanjung Harapan awal abad ke-16 berkulit cokelat seperti orang Jawa. ‘Mereka mengaku keturunan Jawa,’ kata Couto, sebagaimana dikutip Anthony Reid dalam buku Sejarah Modern Awal Asia Tenggara. Berdasarkan relief kapal di Candi Borobudur membuktikan bahwa sejak dulu nenek moyang kita telah menguasai teknik pembuatan kapal.
Kapal Borobudur telah memainkan peran utama dalam segala hal dalam bahasa Jawa pelayaran, selama ratusan tahun sebelum abad ke-13. Memasuki abad ke-8 awal, kapal Borobudur digeser oleh Jung besar Jawa, dengan tiga atau empat layar sebagai Jung. Kata ‘Jung’ digunakan pertama kali dalam perjalanan biksu Odrico jurnal, Jonhan de Marignolli, dan Ibn Battuta berlayar ke Nusantara, awal abad ke-14.
Mereka memuji kehebatan kapal Jawa raksasa sebagai penguasa laut Asia Tenggara. Teknologi pembuatan Jung tak jauh berbeda dari karya kapal Borobudur; seluruh badan kapal dibangun tanpa menggunakan paku. Disebutkan, jung Nusantara memiliki empat tiang layar, terbuat dari papan berlapis empat serta mampu menahan tembakan meriam kapal-kapal Portugis. Bobot jung rata-rata sekitar 600 ton, melebihi kapal perang Portugis. Jung terbesar dari Kerajaan Demak bobotnya mencapai 1.000 ton yang digunakan sebagai pengangkut pasukan Nusantara untuk menyerang armada Portugis di Malaka pada 1513.

3. Keris

Kecanggihan teknologi penempaan logam Teknologi logam sudah lama berkembang sejak awal masehi di nusantara. Para empu sudah mengenal berbagai kualitas kekerasan logam. Keris memiliki teknologi penempaan besi yang luar biasa untuk ukuran masyarakat di masa lampau. Keris dibuat dengan teknik penempaan, bukan dicor. Teknik penempaan disertai pelipatan berguna untuk mencari kemurniaan besi, yang mana pada waktu itu bahan-bahan besi masih komposit dengan materi-materi alam lainnya. Keris yang mulanya dari lembaran besi yang dilipat-lipat hingga kadang sampai ribuan kali lipatan sepertinya akan tetap senilai dengan prosesnya yang unik, menarik dan sulit.
Perkembangan teknologi tempa tersebut mampu menciptakan satu teknik tempa Tosan Aji ( Tosan = besi, Aji = berharga). Pemilihan akan batu meteorit yang mengandung unsur titanium sebagai bahan keris, juga merupakan penemuan nenek moyang kita yang mengagumkan. Titanium lebih dikenal sebagai bahan terbaik untuk membuat keris karena sifatnya ringan namun sangat kuat. Kesulitan dalam membuat keris dari bahan titanium adalah titik leburnya yang mencapai 60 ribu derajat celcius, jauh dari titik lebur besi, baja atau nikel yang berkisar 10 ribu derajat celcius. Titanium ternyata memiliki banyak keunggulan dibandingkan jenis unsur logam lainnya. Unsur titanium itu keras, kuat, ringan, tahan panas, dan juga tahan karat. Unsur logam titanium baru ditemukan sebagai unsur logam mandiri pada sekitar tahun 1940, dan logam yang kekerasannya melebihi baja namun jauh lebih ringan dari besi.

4. Benteng Keraton Buton

Arsitektur bangunan untuk pertahanan Di Buton, Sulawesi Tenggara ada Benteng yang dibangun di atas bukit seluas kurang lebih 20,7 hektar. Benteng yang merupakan bekas ibukota Kesultanan Buton ini memiliki bentuk arsitek yang cukup unik, terbuat dari batu kapur. Benteng yang berbentuk lingkaran ini memiliki panjang keliling 2.740 meter. Benteng ini memiliki 12 pintu gerbang dan 16 pos jaga / kubu pertahanan (bastion) yang dalam bahasa setempat disebut baluara. Tiap pintu gerbang (lawa) dan baluara dikawal 4-6 meriam. Jumlah meriam seluruhnya 52 buah. Pada pojok kanan sebelah selatan terdapat godana-oba (gudang mesiu) dan gudang peluru di sebelah kiri. Letaknya pada puncak bukit yang cukup tinggi dengan lereng yang cukup terjal memungkinkan tempat ini sebagai tempat pertahanan terbaik di zamannya.

5. Si Gale gale

Teknologi Robot tradisional Nusantara Orang Toba Batak Sumatra utara pada zaman dahulu sudah bisa membuat robot tradisional yang dikenal dengan sebutan si gale-gale. Boneka ini menguasai sistem kompleks tali yang dibuat sedemikian rupa. Melalui tali yang ditarik ulur inilah boneka itu dapat membungkuk dan menggerakan “tangannya” sebagai mana layaknya orang menari. Menurut cerita, Seorang Raja dari Suku Karo di Samosir membuat patung dari kayu untuk mengenang anak satu-satunya yang meninggal dunia. Patung kayu tersebut dapat menari-nari yang digerakkan oleh beberapa orang.
Sigale – gale dimainkan dengan iringan musik tradisional khas Batak. Boneka yang tingginya mencapai satu setengah meter tersebut diberi kostum tradisional Batak. Bahkan semua gerak-geriknya yang muncul selama pertunjukan menciptakan kesan-kesan dari contoh model manusia. Kepalanya bisa diputar ke samping kanan dan kiri, mata dan lidahnya dapat bergerak, kedua tangan bergerak seperti tangan-tangan manusia yang menari serta dapat menurunkan badannya lebih rendah seperti jongkok waktu menari. Si gale-gale merupakan bukti bahwa nenek moyang kita sudah dapat membuat boneka mekanikal atau robot walau dalam bentuk yang sederhana. Robot tersebut diciptakan untuk dapat meniru gerakan manusia.

6. Pengindelan Danau Tasikardi, Banten

Kecanggihan Teknologi Penjernihan Air Nenek moyang kita ternyata sudah mengembangkan teknologi penyaringan air bersih. Sekitar abad ke16-17 Kesultanan Banten telah membangun Bangunan penjernih air untuk menyaring air yang berasal dari Waduk Tasikardi ke Keraton Surosowan. Proses penjernihannya tergolong sudah maju. Sebelum masuk ke Surosowan, air yang kotor dan keruh dari Tasik Ardi disalurkan dan disaring melalui tiga bangunan bernama Pengindelan Putih, Abang, dan Emas. Di tiap pengindelan ini, air diproses dengan mengendapkan dan menyaring kotoran.
Air selanjutnya mengalir ke Surosowan lewat serangkaian pipa panjang yang terbuat dari tanah liat dengan diameter kurang lebih 40 cm. Terlihat sekali bahwa pada masa tersebut sudah mampu menguasai teknologi pengolahan air keruh menjadi air layak pakai. Danau Tasik Ardi sendiri merupakan danau buatan.
Sebagai situs sejarah, keberadaan danau ini adalah bukti kegemilangan peradaban Kesultanan Banten pada masa lalu. Untuk ukuran saat itu, membuat waduk atau danau buatan untuk mengairi areal pertanian dan memenuhi kebutuhan pasokan air bagi penduduk merupakan terobosan yang cemerlang

7. Karinding

Teknologi pengusir hama dengan gelombang suara Alat musik dari Sunda ini terbuat dari pelepah kawung atau bambu berukuran 20 x 1 cm yang dipotong menjadi tiga bagian yaitu bagian jarum tempat keluarnya nada (disebut cecet ucing atau ekor kucing), pembatas jarum, dan bagian ujung yang disebut panenggeul (pemukul). Jika bagian panenggeul dipukul, maka bagian jarum akan bergetar dan ketika dirapatkan ke rongga mulut, maka akan menghasilkan bunyi yang khas. Alat ini bukan cuma untuk menghibur tapi juga ternyata berfungsi mengusir hama di kebun atau di ladang pertanian.
Suara yang dihasilkan oleh karinding ternyata menghasilkan gelombang low decibel yang menyakitkan hama sehingga mereka menjauhi ladang pertanian. Frekuensi suara yang dikeluarkan oleh alat musik tersebut menyakitkan bagi hama tersebut, atau bisa dikatakan frekuensi suaranya melebihi dari rentang frekuensi suara hama tersebut, sehingga hama tersebut akan panik dan terganggu konsentrasinya.

8. Rumah Gadang

Arsitektur Rumah Aman Gempa Para nenek moyang orang Minang ternyata berpikiran futuristik alias jauh maju melampaui zamannya dalam membangun rumah. Konstruksi rumah gadang ternyata telah dirancang untuk menahan gempuran gempa bumi. Rumah gadang di Sumatera Barat membuktikan ketangguhan rekayasa konstruksi yang memiliki daya lentur dan soliditas saat terjadi guncangan gempa hingga berkekuatan di atas 8 skala richter. Bentuk rumah gadang membuat Rumah Gadang tetap stabil menerima guncangan dari bumi. Getaran yang datang dari tanah terhadap bangunan terdistribusi ke semua bangunan. Rumah gadang tidak menggunakan paku sebagai pengikat, tetapi berupa pasak sebagai sambungan membuat bangunan memiliki sifat sangat lentur.
Selain itu kaki atau tiang bangunan bagian bawah tidak pernah menyentuh bumi atau tanah. Tapak tiang dialas dengan batu sandi. Batu ini berfungsi sebagai peredam getaran gelombang dari tanah, sehingga tidak mempengaruhi bangunan di atasnya. Kalau ada getaran gempa bumi, Rumah Gadang hanya akan berayun atau bergoyang mengikuti gelombang yang ditimbulkan getaran tersebut Darmansyah, ahli konstruksi dari Lembaga Penanggulangan Bencana Alam, Sumatera Barat menyebutkan, dari sisi ilmu konstruksi bangunan rumah gadang jauh lebih maju setidaknya 300 tahun dibanding konstruksi yang ada di dunia pada zamannya.

9. Tempe

Pemanfaatan bioteknologi untuk makanan Tempe merupakan hasil bioteknologi sederhana khas Indonesia. Nenek moyang bangsa Indonesia telah menggunakan Rhizopus untuk membuat tempe dari kedelai. Semua ini adalah penggunaan mikroba atau mikroorganisme pada tingkat sel untuk tujuan pangan. Sebenarnya mengolah kedelai dengan ragi juga dilakukan di negara lain seperti China, Jepang, India, dll. Tetapi yang menggunakan Rhizopus hanya di Indonesia saja. Jadi kemampuan membuat tempe kedelai adalah penemuan orang Indonesia. Tempe sudah dikenal sejak berabad-abad lalu di Nusantara. Dalam bab 3 dan bab 12 manuskrip Serat Centhini dengan seting Jawa abad ke-16 telah ditemukan kata ‘tempe’. Kini, tempe sudah merambah manca negara, tidak saja karena rasa dan aromanya, namun juga karena kandungan gizinya. Penemuan tempe adalah sumbangan nenek moyang kita pada seni masak dunia.

10. Pranata Mangsa

Sistem penanggalan musim bukti kepandaian ilmu astronomi nenek moyang kita Seperti kebudayaan-kebudayaan lain di dunia, masyarakat asli Indonesia sudah sejak lama menaruh perhatian pada langit. Pengamatan langit digunakan dalam pertanian dan pelayaran. Dalam masyarakat Jawa dikenal pranatamangsa, yaitu peramalan musim berdasarkan gejala-gejala alam, dan umumnya berhubungan dengan tata letak bintang di langit. Menurut Daldjoeni di bukunya ‘Penanggalan Pertanian Jawa Pranata Mangsa’, Pranata Mangsa tergolong penemuan brilian.
Kompleksitasnya tak kalah bobot dari sistem penanggalan yang ditemukan bangsa Mesir Kuno, China, Maya, dan Burma. Lebih-lebih jika dibandingkan dengan model Farming Almanac ala Amerika, Pranata Mangsa jauh lebih maju. Meskipun teknologi sudah semakin canggih seperti sekarang ini, penerapan perhitungan pranata mangsa masih relevan. Hal itu dikarenakan nenek moyang kita dulu mempelajari gejala-gejala alam seperti musim hujan/kemarau, musim tanaman berbunga/berbuah, posisi rasi bintang, pengaruh bulan purnama, dan sebagainya. Dengan mempelajari gejala-gejala alam tersebut nenek moyang kita dapat lebih menghargai kelestarian alam.
Sebenarnya masih banyak teknologi-teknologi yang digunakan nenek moyang kita yang tidak dituliskan disini. Dari penemuan-penemuan itu sebenarnya sejak dulu bangsa Indonesia sudah mampu menguasai teknologi canggih di zamannya maka tidak pantas lah bila kita menyombongkan diri sebagai generasi sekarang bila kita tidak menghargai dan mengapresiasi leluhur kita.
Nenek moyang kita telah berhasil membangun candi-candi yang sangat indah arsitekturnya dan bertahan ratusan tahun. Nenek moyang kita juga membangun armada laut yang telah mengarungi samudra luas.

Pencipta Logo OSIS & Pencetus PASKIBRAKA



Bagi kalian yang masih sekolah pasti disetiap saku bajunya terpasang sebuah logo bertuliskan OSIS, lalu apakah kalian tahu siapa pembuat dan arti dari logo tersebut?
Mari kita sedikit mundur kebelakang, untuk bisa mengenang pembuat logo tersebut. Beliau adalah H. Idik Sulaeman Nataatmadja, AT (lahir di Kuningan, Jawa Barat, Indonesia, 20 Juli 1933), menghabiskan masa kecil di daerah kelahirannya, sampai tamat SMP di Purwakarta dan pindah ke Jakarta saat masuk SMA. Sejak kecil, jiwa seni sudah terlihat dalam dirinya. Tak heran bila setamat SMA Idik memilih seni rupa sebagai pilihan profesinya dengan menamatkan pendidikan sebagai sarjana seni rupa di Departemen Ilmu Teknik Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 9 April 1960.


Idik Sulaeman memulai kariernya di Balai Penelitian Tekstil (1960-1964). Pada 1 Februari 1965 ia diangkat menjadi Kepala Biro Menteri Perindustrian dan Kerajinan yang saat itu dijabat Mayjen TNI dr. Azis Saleh.
Dunia seni dan tekstil harus ditinggalkannya karena pindah kerja ke Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (Depdikbud), sebagai Kepala Dinas Pengembangan dan Latihan pada 1 Desember 1967. Saat inilah, ia banyak membantu Husein Mutahar dalam mewujudkan gagasannya membentuk Paskibraka.
Bersama dengan para pembina lainnya, Idik membantu Mutahar menyempurnakan konsep pembinaan Paskibraka. Pasukan yang pada tahun 1966 dan 1967 diberi nama Pasukan Pengerek Bendera Pusaka, pada tahun 1973 mendapat nama baru yang dilontarkan oleh Idik. Nama itu adalah PASKIBRAKA, yang merupakan akronim dengan kepanjangan PASuKan PengIBar BendeRA PusaKA.
Selain memberi nama, Idik juga menyempurnakan wujud Paskibraka dengan menciptakan Seragam Paskibraka, Lambang Korps, Lambang Anggota, serta Tanda Pengukuhan berupa Lencana Merah-Putih Garuda (MPG) dan Kendit Kecakapan.
Pada 30 Juni 1975, ia diangkat menjadi Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) Pembinaan Kegiatan di Direktorat Pembinaan Generasi Muda (Ditbinmud). Pada 9 Maret 1977, ia mencapai posisi puncak di Ditbinmud setelah ditunjuk sebagai Pelaksana Harian Direktur Pembinaan Generasi Muda, Direktorat Jenderal Pendidikan Luar Sekolah dan Olahraga (Ditjen PLSOR). Tiga tahun penuh ia benar-benar menjadi ”komandan” dalam latihan Paskibraka, yakni Paskibraka 1977, 1978 dan 1979.
Pada 24 November 1979, Idik ditarik ke Ditjen Pendidikan Dasar dan Menengah Dikdasmen) dan menjabat Direktur Pembinaan Kesiswaan sampai 15 November 1983. Selama empat tahun itu, dengan latar belakang pendidikan seni rupa dan pengalaman kerja di bidang tekstil, Idik mencatat sejarah dalam penciptaan seragam sekolah yang kita kenal sampai sekarang: SD putih-merah, SMP putih-biru dan SMA putih-abu-abu, lengkap dengan lambang sekolah dasar (SD) dan OSIS yang kini selalu melekat di saku kiri seragam sekolah.
Namun kini beliau telah wafat pada hari 3 hari yang lalu tepatnya tanggal 4 April 2013 pada pukul 08.45 WIB di RS Siloam karena stroke. Meninggalkan sang istri Aisah Martalogawa dan tiga orang anak, yakni Ir. Ars Isandra Matin Ahmad (yang beristrikan Ir.ars Retno Audite), Isantia Dita Asiah (yang bersuamikan Drs. Mohammad Imam Hidayat), dan Dra Isanilda Dea Latifah yang bersuamikan Ari Reza Iskandar). Dari ketiganya, Idik memiliki enam orang cucu, masing-masing 3 cucu laki-laki dan 3 cucu perempuan.
Bagi kalian yang tidak tahu atau lupa arti lambang OSIS dan PASKIBRAKA, coba baca keterangan di bawah seperti dikutip dari danish56.blogspot.com:
Bunga bintang sudut lima dan lima kelopak daun bunga
Generasi muda adalah bunga harapan bangsa dengan bentuk bintang sudut lima menunjukkan kemurnian jiwa siswa yang berintikan Pancasila. Para siswa berdaya upaya melalui lima jalan dengan kesungguhan hati, agar menjadi warga negara yang baik dan berguna. Kelima jalan tersebut dilukiskan dalam bentuk lima kelopak daun bunga, yaitu: abdi, adab, ajar, aktif, dan amal.
Buku terbuka
Belajar keras menuntut ilmu pengetahuan dan teknologi, merupakan sumbangsih siswa terhadap pembangunan bangsa dan negara.
Kunci pas
Kemauan bekerja keras akan menumbuhkan rasa percaya pada kemampuan diri dan bebas dari ketergantungan pada belas kasihan orang lain, menyebabkan siswa berani mandiri. Kunci pas adalah alat kerja yang dapat membuka semua permasalahan dan kunci pemecahan dari segala kesulitan.
Tangan terbuka
Kesediaan menolong orang lain yang lemah sesama siswa dan masyarakat yang memerlukan bantuan dan pertolongan, yang menunjukkan adanya sikap mental siswa yang baik dan bertanggung jawab.
Biduk
Biduk / perahu, yang melaju di lautan hidup menuju masa depan yang lebih baik, yaitu tujuan nasional yang dicita – citakan.
Pelangi merah putih
Tujuan nasional yang dicita–citakan adalah masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila, yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sejahtera baik material maupun spiritual.
Tujuh belas butir padi, delapan lipatan pita, empat buah kapas, lima daun kapas
Pada tanggal 17 Agustus 1945 adalah peristiwa penegakan jembatan emas kemerdekaan Indonesia mengandung nilai–nilai perjuangan ’45 yang harus dihayati para siswa sebagai kader penerus perjuangan bangsa dan pembangunan nasional. Kemerdekaan yang telah ditebus dengan mahal perlu diisi dengan partisipasi penuh para siswa.
Warna kuning
Sebagai dasar lambang yaitu warna kehormatan/agung. Suatu kehormatan bila generasi muda diberi kepercayaan untuk berbuat baik dan bermanfaat melalui organisasi, untuk kepentingan dirinya dan sesama mereka, sebagai salah satu sumbangsih nyata kepada tanah air, bangsa dan negara.
Warna coklat
dapat berarti sifat kedewasaan dan sikap rela berkorban bagi tanah air.
Warna merah putih
Warna kebangsaan Indonesia yang menggambarkan hati yang suci dan berani membela kebenaran.


Lambang dari organisasi PASKIBRAKA adalah bunga teratai
Tiga helai daun yang tumbuh ke atas: artinya paskibra harus belajar, bekerja, dan berbakti
Tiga helai daun yang tumbuh mendatar/samping: artinya seorang pakibra harus aktif, disiplin, dan bergembira
Istilah yang digunakan dari tahun 1967 sampai tahun 1972 masih “Pasukan Pengerek Bendera Pusaka”. Barulah pada tahun 1973, Idik Sulaeman melontarkan suatu nama untuk Pengibar Bendera Pusaka dengan sebutan PASKIBRAKA. PAS berasal dari PASukan, KIB berasal dari KIBar mengandung pengertian pengibar, RA berarti bendeRA dan KA berarti PusaKA. Mulai saat itu, anggota pengibar bendera pusaka disebut Paskibraka.

Riwayat Hidup H. Idik Sulaeman Nataatmadja, AT
Lahir: Kuningan, Jawa Barat, 20 Juli 1933
Pendidikan:
Sekolah Rakyat di Tasikmalaya
SMP Tasikmalaya dan Purwakarta
SMA Boedi Oetomo Jakarta
Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung, 1954-1960
Istri: Aisah Martalogawa
Anak:
Isandra Matin ahmad
Isantia Dita Aslah
Isanilda Dea Latifah
Pekerjaan:
Desainer tekstil di Balai Penelitian Tekstil Bandung, 1960-1964
Kepala Biro Menteri Perindustrian dan Kerajinan, 1965-1967
Kepala Dinas Pengembangan dan Latihan Direktorat Jenderal Urusan Pemuda dan Pramuka Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1967-1975
Kepala Sub Direktorat Pembinaan dan Pelatihan, 1975-1977
Pelaksana Harian Direktur Pembinaan Generasi Muda Direktorat Jenderal
Pendidikan Luar Sekolah dan Olahraga, 1977-1979
Direktur Pembinaan Kesiswaan Ditjen Pebinaan Dasar dan Menengah, 1979-1983
Dosen Fakultas Teknik Universitas Trisakti , 1985-2003
Pembantu Rektor III Universitas Trisakti, 1989
Riwayat kepanduan:
Pandu perintis di Pandu Rakyat tasikmalaya, 1946
Pandu pawang di Purwakarta, 1950
Pandu penuntun di Jakarta
Andalan Nasional Pengurus Himpunan Pandu dan Pramuka Werda, 1998
Penghargaan:
Wibawa Seroja Nusantara
Bintang Jasa Pratama Karya Satya XXX

Penulis Novel Pertama di Dunia



Novel, cerita panjang yang ditulis dalam satu buku tebal dan biasanya terbagi dalam beberapa bab. Walau ada novel yang berlatar kisah nyata, namun seringkali penuh balutan fiksi prosa yang imajinatif dan ditulis secara naratif.
Dari jumlah novel di dunia yang kini sudah jutaan, kira-kira novel apa yang pertama kali ada di dunia dan siapa penulisnya?
Dikutip dari apakabardunia.com, ternyata penulis novel pertama kali adalah seorang wanita Jepang bernama Murasaki Shikibu. Konon, nama tersebut hanyalah nama samaran. Jadi masih misteri, siapa nama sebenarnya? Yang tercatat dalam literatur sejarah, hanya diketahui Murasaki lahir sekitar tahun 973 dari keluarga yang cukup terpandang di Jepang, yaitu keturunan bupati pertama di Fujiwara.
Ia dikenal sebagai perempuan yang cerdas. Tahun 998 ia menikah dan kemudian memiliki anak perempuan. Tetapi tak lama kemudian, tepatnya tahun 1001, suaminya meninggal dunia. Beberapa tahun setelahnya, ia dipanggil untuk bekerja sebagai dayang di Istana Heian karena kemampuan menulisnya dan pemikirannya yang cerdas.
Novel yang ia tulis sendiri berjudul “Genji Monogatari”, yang dalam bahasa Inggris berarti “The Tales of Genji” dan dalam bahasa Indonesia “Hikayat Genji”. Novel ini memiliki 54 bab dengan total 1000 halaman.


Ia menulis novel ini sebelum dia dipanggil untuk bekerja di istana, bahkan ada beberapa pihak yang memperkirakan ia mulai menulis sejak sebelum kematian suaminya. Sesuai judulnya, novel ini menceritakan tentang kisah Pangeran Genji. Novel ini ditulis dengan tata bahasa yang cukup rumit, bahkan bagi orang Jepang sekalipun. Ditambah lagi, pada zaman itu karya sastra tidak diperbolehkan mencantumkan nama dalam ceritanya, sehingga harus menggunakan nama sebutan atau gelar. Hal ini membuat para ahli bahasa harus mempelajari tata bahasa yang digunakan dalam novel tersebut.
Novel tersebut selain merupakan novel pertama di dunia juga merupakan novel ber-genre roman pertama di dunia. Saat ini, “Genji Monogatari” sudah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa dan juga dipentaskan di berbagai kesempatan. Tidak banyak yang diketahui tentang kehidupan Murasaki Shikibu setelah menulis novel ini. Namun ia juga memiliki karya lain berupa buku hariannya yang diterbitkan serta kumpulan puisi.

5 Nama Indonesia Sebelum Bernama Indonesia



Tahukah kamu nama Indonesia berasal dari kata “Indo” dan “Nesie” yang dalam bahasa Yunani berarti kepulauan Hindia. Dan orang pertama yang menggunakan nama Indonesia untuk menyebut negara Indonesia adalah James Richardson Logan pada tahun 1869 di dalam buku karangannya yang berjudul “The Indian Archipelago and Eastern Asia” yang terbit dalam Journal of the Asiatic Society of Bengal (1849-1859).
Namun pada masa sajam colonial dulu, nama Indonesia sangat tabu untuk disebutkan, oleh sebab itu muncul beberapa nama atau sebutan yang telah diberikan oleh bangsa-bangsa asing untuk menamai Indonesia. Berikut ini adalah 5 nama lain Indonesia yang sempat diberikan oleh bangsa asing di masa lalu. Berikut info yang dikutip dari berjambang.blogspot.com

Hindia
Nama Hindia adalah ciptaan dari Herodotus, seorang ahli ilmu sejarah yang berkebangsaan Yunani (484-42m SM), beliau adalah bapak Ilmu Pengetahuan Sejarah yang sudah diakui di seluruh dunia.

Naderlandsch Oost-Indie/ Nederlandsch Indie
Nama ini pertama kali disebut oleh Cornelis de Houtman, seorang pelaut Belkamu yang berkuasa di Indonesia. seperti yang ditulis pada catatan sejarah, Cornelis de Houtman adalah bangsawan Be;kamu yang pertama kali memimpin pasukannya untuk masuk ke Indonesia pada tahun 1596.

Insulinde
Nama selanjutnya adalah Insulinde yang pertama kali disebut oleh Eduard Douwes Dekker atau dipanggil juga Multatuli di dalam bukunya yang berjudul Max Havelaar pada tahun 1860. Nama ini di buat karena Multatulo merasa jijik mendengar nama Naderlandsch Indie yang diberikan oleh Belkamu. Adapun arti nama Insulinde berasal dari perkataan “Insulair”, “Insula” dan “Indus” yang dalam bahasa latin “Insula” berarti pulau dan “Indus” berarti Hindia sedangkan Insilinde berarti pulau Hindia.

Nusantara
Selanjutnya, ada nama Nusantara yang dalam perpustakaan India Kuno disebutkan untuk menamai Indonesia. adapun Nusantara atau Dwipantara berarti pulau-pulau yang berada diantara benua-benua. Dan dalam kitab Negarakertagama disebutkan kalau Nusantara adalah pulau-pulau kecil yang berada di luar tanah Jawa. Sedangkan dalam sejarah Melayu, dipakai nama Nusa Tamara. Nama inipin sesungguhnya berasal dari perkataan yang diucapkan Nusantara.

The Malay Archipelago
Nama ini diciptakan oleh Alfred Russel Wallace dalam tahun 1869, sesudah ia mengadakan perlawatan ke tanah air kita, dari tahun 1854 sampai dengan 1682. Adapun “Malay” artinya Melayu, “Archipel” yang berasal dari bahasa Yunani “Archipelagus” (dari asal Archi=memerintah; plagus= laut). Dengan demikian berarti menguasai laut atau berarti kumpulan pulau-pulau Melayu.

10 Pedang Paling Terkenal di Dunia

Pedang pertama kali muncul selama Zaman Perunggu. Saat itu terbuat dari tembaga dan ditemukan di situs Harappa di Pakistan. Setelah masa itu, pedang dibuat dari besi kemudian besi baja dan digunakan dalam pertempuran.
Pada Abad Pertengahan pedang besi dan baja diproduksi massal. Tentara-tentara dilatih ilmu pedang dan siap untuk pertempuran. Sebelum era senjata api dan artileri bermesiu, tatap muka dalam pertempuran adalah norma. Selama waktu ini dalam sejarah, semua panglima kerajaan, raja-raja, dan kaisar memiliki pedang pribadi. Senjata-senjata ini diproduksi oleh pembuat pedang terbesar pada daerahnya dan zamannya.
Banyak naskah sejarah mendokumentasikan peristiwa seputar pedang yang terkenal. Artikel ini mengetengahkan sepuluh pedang terkenal di dunia yang masih bertahan hingga sekarang, seperti dikutip dari versesofuniverse.blogspot.com. Pedang-pedang mitos tidak masuk dalam daftar ini.

10. PEDANG TOMOYUKI YAMASHITA

Tomoyuki Yamashita adalah seorang jenderal Angkatan Darat Kekaisaran Jepang selama Perang Dunia II. Dia dikenal selama perang setelah menaklukkan koloni Inggris di Malaya dan Singapura, akhirnya mendapat julukan “The Tiger of Malaya”. Setelah akhir Perang Dunia II, Yamashita diadili atas kejahatan perang berkaitan dengan Pembantaian Manila dan banyak kekejaman lainnya di Filipina dan Singapura . Itu adalah sidang kontroversial yang berakhir dengan hukuman mati bagi Tomoyuki Yamashita. Kasus ini mengubah aturan Amerika Serikat dalam hal tanggung jawab komando atas kejahatan perang, menciptakan sebuah hukum yang dikenal sebagai Standar Yamashita
Pedang nya
Selama karir militernya, Tomoyuki Yamashita memiliki sebuah pedang samurai pribadi yang berisi pisau yang dibuat oleh pembuat pedang terkenal Fujiwara Kanenaga antara tahun 1640 dan 1680. Senjata yang memiliki pegangan dibuat ulang di awal 1900-an . Pedang samurai itu diserahkan oleh Jenderal Yamashita, bersama dengan pasukannya, pada tanggal 2 September 1945, kepada Jenderal MacArthur yang kemudian memberikannya kepada Museum Militer West Point, dan masih berada disana hingga hari ini. Pedang samurai ini menjadi salah satu koleksi dari sekian banyak koleksi senjata-senjata militer di Museum West Point.

9. PEDANG LENGKUNG SAN MARTIN

José de San Martín adalah seorang jenderal Argentina terkenal yang hidup antara tahun 1778 – 1850. Dia adalah pemimpin utama dari bagian selatan Amerika Selatan yang berjuang untuk melepaskan diri dari Spanyol. San Martín adalah pahlawan Amerika Selatan dan Pelindung (protector) nomor satu bagi Perú. Di bawah pimpinan San Martín, kemerdekaan Peru secara resmi dideklarasikan pada tanggal 28 Juli 1821.
Pedang nya
Pusaka José de San Martín yang paling dihargai adalah pedang melengkung yang ia beli di London. San Martín mengagumi pedang melengkung karena merasa bahwa senjata itu dapat bermanuver dan ideal untuk pertempuran. Sehingga ia mempersenjatai kavalerinya, Granaderos, dengan senjata yang sama, yang dianggap penting untuk penyerangan. Pedang melengkung tinggal dengan San Martín sampai kematiannya dan kemudian diwariskan kepada General de la Republica Argentina, Don Juan Manuel de Rosas.
Dalam wasiatnya San Martín menyebut pedang sebagai “Pedang yang telah menemani saya selama Perang Kemerdekaan Amerika Selatan”. Pada tahun 1896 pedang itu dikirim ke Museum Sejarah Nasional di Buenos Aires di mana ia masih berada disana hingga hari ini. Pada tahun 1960 pedang itu pernah dua kali dicuri pada dua kesempatan terpisah dan ini menyebabkan operator museum untuk membuat sebuah gazebo berkaca untuk melindungi artefak tersebut.

8. PEDANG BERMATA TUJUH

Dinasti Baekje adalah sebuah kerajaan kuno yang terletak di barat daya Korea. Pada masa jayanya di abad ke-4, Baekje menguasai koloni di Cina dan sebagian besar Semenanjung Korea Barat. Mereka adalah salah satu dari Tiga Kerajaan Korea, bersama-sama dengan Goguryeo dan Silla. Pada tahun 372, Raja Geunchogo dari Baekje membayar upeti kepada kaisar Jin Timur (China) dan diyakini bahwa bermata tujuh diciptakan dan diberikan kepada kaisar tersebut sebagai tanda pujian. .
Pedang nya
Pedang besi ini panjangnya 74,9 cm dengan enam tonjolan mata seperti pisau di sisi-sisi pedang. Pedang ini dikembangkan untuk tujuan seremonial dan tidak dibuat untuk pertempuran. Pada tahun 1870 seorang pendeta Shinto bernama Masatomo Kan menemukan dua tulisan pada pedang ini. Salah satunya menyatakan “Pada tengah hari pada hari keenam belas dari bulan sebelas, tahun keempat era Taiwa, pedang ini dibuat dari baja dengan 100 kali tempa. Menggunakan pedang ini akan membinasakan 100 tentara musuh. Pedang ini sesuai untuk seorang raja yang bijak.”
Pedang bermata tujuh ini mengandung banyak pernyataan, tapi yang paling kontroversial adalah frase “enfeoffed lord,” yang artinya menggambarkan Raja Wa sebagai raja yang tunduk kepada penguasa Baekje. Pedang ini merupakan link sejarah yang penting dan menunjukkan bahwa memang ada hubungan antara negara-negara Asia Timur era ini. Pedang bermata tujuh yang asli saat ini disimpan di Isonokami Shrine di Prefecture Nara, Jepang namun tidak dipamerkan ke publik.

7. PEDANG WILLIAM WALLACE

William Wallace adalah seorang ksatria Skotlandia yang hidup antara tahun 1272 – 1305. Wallace memimpin perlawanan terhadap Inggris selama Perang Kemerdekaan Skotlandia, yang dilancarkan selama akhir abad 13 hingga awal abad ke-14. Saat hidupnya, William Wallace diangkat sebagai Guardian of Scotland. Dia memimpin sebuah pasukan infanteri yang berperang melawan musuh dalam pertempuran muka bertemu muka. Tentulah dalam pertempuran seperti ini yang digunakan adalah pedang. Untuk bertahan hidup di medan perang seorang prajurit harus menjadi pendekar pedang yang berbakat. Pada tahun 1305, William Wallace ditangkap oleh Raja Edward I dari Inggris dan dieksekusi mati sebagai pemberontak. Hari ini William Wallace di Skotlandia dikenang sebagai seorang patriot dan pahlawan nasional. Pedang -nya adalah salah satu pedang terkenal di dunia.
Pedang nya
Pedang William Wallace terletak di Monumen Nasional di Stirling, Skotlandia. Panjang pedang adalah 132 cm dengan berat 2,7 kg. Pedang ini adalah pedang yang digunakan Wallace pada Pertempuran Stirling pada tahun 1297 dan Pertempuran Falkirk tahun 1298. Gagang pedang saat ini bukan asli. Diyakini bahwa pedang ini telah mengalami modifikasi pada kesempatan terpisah.
Setelah eksekusi William Wallace, Sir John de Menteith, gubernur Kastil Dumbarton, menerima pedangnya. Pada tahun 1505, Raja James IV dari Skotlandia membayar 26 shilling untuk memiliki pedang ini yang saat itu bertali sutra. Dikatakan bahwa pedang Wallace telah mengalami banyak perubahan, mungkin karena sarung dan gagang pedang Wallace yang asli serta sabuknya terbuat dari kulit kering Hugh Cressingham, seorang komandan Inggris.

6. TIZONA

El Cid adalah seorang pria yang lahir sekitar tahun 1040 di Vivar, yang merupakan kota kecil sekitar enam mil utara Burgos, ibukota Castile. Kerajaan Castile adalah salah satu kerajaan abad pertengahan di semenanjung Iberia. Selama hidupnya El Cid menjadi pemimpin militer dan diplomat yang sukses. Dia Panglima dari pasukan Alfonso VI dan menjadi pahlawan Spanyol. El Cid adalah aset raja yang paling berharga dalam perang melawan bangsa Moor . Dia adalah seorang ahli strategi militer yang terampil dan pejuang yang kuat.
Pedang nya
El Cid memiliki dan menggunakan banyak pedang yang berbeda dalam hidupnya, tetapi dua yang paling terkenal adalah Colada dan Tizona. Tizona adalah pedang yang digunakan oleh El Cid untuk melawan bangsa Moor. Senjata ini merupakan salah satu peninggalan Spanyol yang paling dihargai dan diyakini telah ditempa di Córdoba, Spanyol, meskipun sejumlah baja dari Damaskus dapat ditemukan di pisau nya. Baja Damaskus terutama digunakan di Timur Tengah. Tizona panjangnya 103 cm dan beratnya 1,1 kg. Pedang ini terdapat dua tulisan yang terpisah, yang satu adalah waktu pembuatannya, yaitu tahun 1002 dan yang lainnya adalah doa Katolik Ave Maria. Tizona saat ini dipajang di Museo de Burgos di Spanyol.

5. PEDANG NAPOLEON

Pada tahun 1799, Napoleon Bonaparte menjadi pemimpin politik dan militer dari Perancis setelah terjadinya sebuah kudeta. Lima tahun kemudian Senat Perancis menyatakan dirinya kaisar. Pada dekade pertama abad ke-19 Napoleon dan Kekaisaran Perancis terlibat dalam konflik dan perang dengan setiap kekuatan utama Eropa. Pada akhirnya, serangkaian kemenangan memberi Perancis posisi dominan di benua Eropa. Pada tahun 1812 Prancis mulai invasi mereka ke Rusia. Keputusan untuk menyerang Rusia menandai titik balik dalam keberuntungan Napoleon. Pada tahun 1814, Koalisi enam negara menyerbu Perancis dan Napoleon ditangkap dan diasingkan ke pulau Elba. Napoleon sempat melarikan diri, tetapi akhirnya meninggal dalam penjara di pulau Saint Helena. Sejarawan menganggap Napoleon sebagai seorang jenius militer dan seorang pria yang membuat kontribusi yang kuat untuk seni operasional perang.
Pedang nya
Di medan perang Napoleon membawa pistol dan pedang. Dia memiliki koleksi besar senjata dan artileri. Senjatanya adalah salah satu dari yang terbaik dan dibuat dari bahan terbaik. Pada musim panas 2007, sebuah pedang bertatahkan emas yang dulu milik Napoleon dilelang di Perancis dan terjual seharga $ 6,4 juta dolar. Pedang ini digunakan oleh Napoleon dalam pertempuran. Pada awal 1800-an, Napoleon menghadiahkan pedang kepada saudaranya sebagai hadiah pernikahan. Pedang itu diwariskan dari generasi ke generasi, tidak pernah meninggalkan keluarga Bonaparte. Pada tahun 1978, pedang itu dinyatakan sebagai harta nasional di Perancis dan pemenang lelang tidak teridentifikasi.

4. SWORD of MERCY

Sword of Mercy adalah senjata yang terkenal yang dulu milik Edward Confessor. Edward Confessor adalah raja terakhir dari raja-raja Anglo-Saxon di Inggris sebelum Penaklukan Norman tahun 1066. Ia memerintah 1042-1066 dan pemerintahannya mengawali disorganisasi dan runtuhnya kekuasaan kerajaan di Inggris. Tak lama setelah kematian Edward Confessor, para Normandia mulai memperluas ekspansinya ke Inggris dipimpin oleh William Sang Penakluk.
Pedang nya
The Sword of Mercy adalah pedang patah, sehingga pendek dan agak persegi. Pada 1236, senjata itu diberi nama curtana dan sejak itu telah digunakan untuk upacara kerajaan. Pada zaman kuno adalah suatu kehormatan untuk membawa pedang ini dibelakang raja. Cerita seputar patahnya pedang ini tidak diketahui, tetapi mitos mengatakan bahwa ujung pedang patah oleh seorang malaikat untuk mencegah pembunuhan yang salah.
Sword of Mercy adalah bagian dari Crown Jewels dari Kerajaan Inggris dan merupakan salah satu dari hanya lima pedang yang digunakan selama penobatan raja Inggris. Dan pedang ini adalah satu dari sejumlah kecil pedang yang bertahan dari pemerintahan Oliver Cromwell. Cromwell dikenal karena melelehkan artefak-artefak kuno untuk untuk diambil emasnya.

3. HONJO MASAMUNE

Masamune adalah pembuat pedang di Jepang yang secara luas dianggap sebagai salah satu metallurgists terbesar di dunia. Tanggal yang tepat untuk masa hidup Masamune tidak diketahui persis, namun diyakini bahwa ia bekerja sekitar tahun 1288-1328. Pedang dan belati buatan Masamune telah mencapai status legendaris selama berabad-abad. Dia menciptakan pedang yang dikenal sebagai tachi dan belati yang disebut tant (?). Pedang Masamune memiliki reputasi yang kuat untuk keindahannya dan berkualitas. Dia jarang menandatangani karya-karyanya, sehingga sulit untuk mengidentifikasi semua pedang buatannya.
Pedangnya
Yang paling terkenal dari semua pedang Masamune bernama Honjo Masamune. The Honjo Masamune sangat penting karena mewakili Keshogunan selama periode Edo Jepang. Pedang ini diturunkan dari satu Shogun ke Shogun yang lain selama beberapa generasi. Pada tahun 1939 pedang tersebut menjadi harta nasional Jepang, tetapi tetap berada di tangan keluarga Tokugawa. Pemilik terakhir yang diketahui dari Honjo Masamune adalah Tokugawa Iemasa. Rupanya Tokugawa Iemasa memberikan pedang tersebut dan 14 pedang lainnya ke kantor polisi di Mejiro, Jepang, pada bulan Desember 1945.
Tak lama kemudian pada bulan Januari 1946, polisi Mejiro memberikan pedang untuk Sgt. Coldy Bimore (US 7th Kavaleri). Sejak saat itu, Honjo Masamune telah hilang dan keberadaan pedang tersebut tetap menjadi misteri. Honjo Masamune adalah salah satu artefak sejarah yang paling penting yang menghilang pada akhir Perang Dunia II.

2. JOYEUSE

Charlemagne adalah seorang pria yang lahir sekitar tahun 742. Dia adalah salah satu penguasa besar dalam sejarah dunia dan menjadi Raja kaum Frank di tahun 768. Pada tahun 800 ia diangkat menjadi Kaisar dari kekaisaran romawi suci, posisi yang dipegangnya selama sisa hidupnya. Dalam Kekaisaran Romawi Suci ia dikenal sebagai Charles I dan adalah kaisar pertama dari Kekaisaran Romawi Suci. Selama masa Charlemagne ia memperluas kerajaan Frank menjadi sebuah kekaisaran, yang meliputi sebagian besar Eropa Barat dan Tengah. Charlemagne dianggap sebagai bapak pendiri monarki, baik di Perancis maupun Jerman, serta bapak Eropa.
Pedangnya
Joyeuse adalah nama pedang pribadi Charlemagne. Saat ini, ada dua pedang dikaitkan dengan Joyeuse. Salah satunya adalah pedang yang disimpan di Weltliche Schatzkammer di Wina, sementara yang lain ditempatkan di Louvre di Perancis. Pedang yang dipajang di Louvre diklaim sebagian dibangun dari pedang asli Charlemagne. Pedang itu terbuat dari bagian-bagian dari abad yang berbeda, sehingga sulit untuk mengidentifikasi senjata itu sebagai Joyeuse. Gagang pedang menunjukkan tanggal pembuatan sekitar waktu Charlemagne. Gagangnya emasnya dibuat dalam dua bagian dan pernah dihiasi dengan berlian.
Pedang Charlemagne muncul dalam banyak legenda dan dokumen sejarah. Dalam mitologi Bulfinch dikatakan Charlemagne menggunakan Joyeuse untuk memenggal kepala komandan Saracen, Corsuble serta temannya, Ogier Dane. Setelah kematian Charlemagne, pedang itu dikatakan dipegang oleh Basilika Saint Denis dan kemudian dibawa ke Louvre setelah sering digunakan untuk prosesi pemahkotaan raja-raja Perancis.

1. ZULFIQAR

Zulfiqar adalah pedang pemimpin Islam Sayidina Ali. Ali adalah sepupu rasulullah Muhammad SAW. Ia menjadi khalifah tahun 656-661. Dari beberapa catatan sejarah, Muhammad memberi pedang Zulfiqar ke Ali di Pertempuran Uhud. Pedang adalah simbol dan dikagumi oleh orang-orang arab waktu itu.
Pedang dua mata ini adalah simbol kepada jihad dan keberanian berdasarkan perjuangan Saidina Ali. Ketokohan Saidina Ali sebagai pendekar pedang terunggul di dunia terbukti dalam Perang Uhud. Sewaktu pasukan Islam terpukul hebat beliaulah yang paling gigih mempertahankan Rasulullah SAW. Sebahagian ulama mengatakan bahwa pedang inilah Raja Segala Besi (Dibuat dari besi yang terkenal, yaitu besi damaskus). Juga dikatakan bahwa Ali menggunakan pedang ini pada Perang Parit, yang merupakan upaya pengepungan terkenal kota Madinah. Selama pertempuran, Rasul, Ali, dan pembela Islam lainnya membangun parit untuk melindungi Madinah terhadap kavaleri konfederasi yang jauh lebih besar.


Pada Film The Massege, Zulfiqar juga digambarkan sebagai pedang bermata dua

Ada beda pendapat mengenai bentuk pedang ini. Beberapa orang menggambarkan pedang ini memiliki dua mata pedang yang paralel, menekankan kemampuan mistis dan kecepatan, sementara yang lain menggambarkan Zulfiqar sebagai pedang yang lebih berbentuk tradisional. Menurut Imamiyah Syiah, zulfiqar tetap ada hingga hari ini dan disimpan Imam Muhammad al- Mahdi . Senjata ini adalah bagian dari koleksi yang terkenal yang disebut Al-Jafr.
Al – Jafr terdiri dari dua kotak kulit yang berisi artefak yang paling penting dari zaman Muhammad SAW dan Ali. Koleksi ini telah diwariskan selama beberapa generasi, dengan tiap Imam baru menerima dari pendahulunya. Isi Al-Jafr cukup mengesankan, tetapi mereka tidak tersedia untuk dilihat publik. Satu bagian dari buku ini menggambarkan aturan Islam, arahan, dan hal-hal seputar perang, termasuk tas yang berisi baju besi dan senjata dari Rasulullah. Zulfiqar juga termasuk salah satu artefak di antara artefak lainnya yang tak ternilai harganya.